Materi dan contoh soal Elektronika Industri untuk jurusan Teknik Industri

Daftar Isi

  1. Tentang Elektronika Industri
  2. Keselamatan Industri
  3. Diagram Listrik  Industri
  4. Transformator dan Sistem
  5. Distribusi Daya
  6. Alat Pengendali Industri
  7. Elektronika Daya
  8. Motor dan Generator
  9. Relay
  10. Kontaktor  Pengasutan Motor
  11. Rangkaian Pengendali Motor
  12. Jenis-jenis Pengendalian
  13. Sistem Kontrol Proses
  14. PLC
  15. Mesin dan Proses yang dikontrol Komputer
  16. Contoh Soal-soal Elektronika Industri

Tentang Elektronika Industri

kelaspinter.com – Apa itu Elektronika Industri ?Elektronika Industri merupakan sistem elektronik yang digunakan di industri yang berbasis komponen diskrit dan komponen programmable. Fungsi utama komponen diskrit dan komponen programmable, adalah  sebagai unit utama sistem instrumentasi dan kendali pada proses produksi. Yang meliputi sistem instrumentasi dan kendali proses  berbasis : komponen diskrit, mikroprosessor, mikrokontroller, komputer personal, dan Programmable Logic Controller (PLC).

Tujuan Pembelajaran : Agar dapat memahami sistem distribusi daya mencakup operasi aplikasi transformer, distribusi in-plant. Alat kendali industri mencakup saklar dioprasikan secara manual dan mekanis transduser, sensor dan aktuator. Elektronik daya dioda, semikonduktor sirkuit terintegrasi serta sistem kendali proses PLC, pemrograman PLC dan manipulasi data.

Referensi

  • Petruzella, Frank D, 2001, “Elektronika Industri”, Yogyakarta, Andi Offset.
  • Prinsip-prinsip Elektronika, edisi kedua, Malvino, Erlangga,
  • Lister, 1988, “Mesin dan Rangkaian Listrik”, Jakarta Erlangga

Contoh soal Ujian Elektronika Industri

I. Pertanyaan Essay

  1. Berikan penjelasan tentang bagaimana sebuah pentanahan (grounding) dalam mesin-mesin industri dapat mencegah terjadinya kebakaran dan sengatan listrik pada manusia, dan sebutkan tujuan utama dari pertanahan?

Jawab: Listrik adalah aliran elektron. Listrik selalu mencoba mencari jalan ketanah, pada umumya pentanahan bertujuan untuk melawan dua bahaya kebakaran dan sengatan listrik. Pentanahan biasanya dilakukan dengan menanam batang tembaga sedalam tiga meter ke tanah. Diusahakan tahanan pentanahan yang didapat kurang dari 25 Ohm.

Tujuan utama dari pentanahan ini ada tiga : 1.Menjamin bahwa tegangan titik netral relatif terhadap tanah sama dengan atau mendekati nol. 2.Menjamin bahwa semua bagian logam peralatan tegangannya selalu mendekati nol sehingga aman jika tersentuh oleh tubuh kita. 3.Jika terjadi hubung singkat antara kawat dengan bagian logam peralatan, arus listrik bisa mengalir cukup besar sehingga bisa terdeteksi oleh pengaman sehingga bisa segera diputus. Dengan pemutusan yang segera, pemanasan bisa dihindari sehingga mencegah terjadinya kebakaran.

2. Buatlah daftar singkatan yang sering digunakan untuk istilah – istilah listrik berikut :

a.   arus bolak balik                                   f.   positif

b.   relai pengendali                                  g.  rangkaian terintegrasi (IC)

c.   tanah                                                   h.  sekunder

d.   manual                                                 i.   tiga-fase

e.   motor                                                   j.  Ohmmeter

Jawab:

1. AC              6. POS

            2. CR              7. IC

            3. GRD           8. SEC

            4. MAN           9. 3PH

            5. MTR           10. OHM

3. Sebutkan sedikitnya tujuh APD yang kamu ketahui,serta fungsinya untuk mencegahan dan meminimalisir kecelakaan di tempat kerja, berkaitan dengan keselamatan dalam bidang kelistrikan.

Jawab: Helm safety, Sepatu safety, Kacamata Safety, Sarung tangan safety, jaket safety, earplug, Seragam safety, apron, masker safety, Safety harness dll

4. Jelaskan definisi dari besaran ‘arus listrik’ dan ‘tahanan listrik’ dalam rangkaian listrik arus searah.

Jawab:

  • Apa yang kita sebut ‘listrik’ sebenarnya adalah ‘aliran elektron’ pada logam penghantar listrik ataupun media penghantar lainnya.
  • Oleh karenanya, kita mengenal istilah untuk mendefinisikan pergerakan air, yang kita sebut sebagai ‘Arus air’.
  • Sementara, pergerakan elektron pada logam penghantar, kita definisikan sebagai ‘Arus listrik’ yang satuannya adalah ‘jumlah elektron yang mengalir’ dalam ‘satuan waktu tertentu’ (coulomb / detik = Ampere).
  • Arus Listrik adalah mengalirnya elektron secara terus menerus dan berkesinambungan pada konduktor akibat perbedaan jumlah elektron pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. satuan arus listrik adalah Ampere.
  • Arus listrik bergerak dari terminal positif (+) ke terminal negatif (-), sedangkan aliran listrik dalam kawat logam terdiri dari aliran elektron yang bergerak dari terminal negatif (-) ke terminal positif(+), arah arus listrik dianggap berlawanan dengan arah gerakan elektron.
  • “1 ampere arus adalah mengalirnya elektron sebanyak 624×10^16 (6,24151 × 10^18) atau sama dengan 1 Coulumb per detik melewati suatu penampang konduktor”

5. Hitunglah rangkaian pararel resistor, Terdapat 3 Resistor dengan nilai-nilai resistornya adalah sebagai berikut :

  • R1 =  50    Ohm
  • R2 =  100  Ohm
  • R3 =  25    Ohm

Berapakah nilai hambatan yang didapatkan jika memakai rangkaian Pararel Resistor ?

Jawab:

Penyelesaiannya sbb:

1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3

1/Rtotal = 1/50 + 1/100 + 1/25

1/Rtotal = 2/100 + 1/100 + 4/100

1/Rtotal = 7 x Rtotal = 1 x 100 (→ Hasil kali silang)

Rtotal = 100/7

Rtotal = 14,29

Jadi Nilai Hambatan Resistor pengganti untuk ketiga Resistor tersebut adalah 14,29 Ohm.

II. Pertanyaan Pilihan Ganda

1.Tujuan K3 Listrik (Electrical Safety) adalah mengendalikan potensi bahaya listrik dengan sasaran untuk keselamatan bagi:.

a. pekerja dan/atau manusia pada umumnya

b. Instalasi dan peralatan listrik

c. Asset dan lingkungan 

d. Perusahaan

e. Jawaban a, b, c benar

2. Potensi bahaya listrik (Elektrical hazard) adalah

a. Tersengat listrik

b. Hubungan singkat

c. Radiasi medan magnet

d. Pencemaran udara

e. Tegangan dan/atau arus listrik

3. Grounding adalah tindakan Sistem pengamanan untuk:

a. mencegah bahaya kebakaran

b. Mencegah bahaya sentuhan langsung

c. Mencegah bahaya sentuhan tidak langsung

d. Mencegah bahaya pembusuran (arcing)

e. Mencegah arus lebih

4. Lock Out tag Out (LOTO) adalah tindakan pengamanan untuk

a. Mencegah sentuhan tidak langsung

b. Mencegah bahaya kesalahan operasi

c. Kendali energi listrik dan/atau mekanik

d. Peringatan bahaya tegangan tinggi

e. Jawaban a,b,c dan d benar

5. Setiap sirkit harus dilengkapi MCB yang berfungsi untuk hal sebagai berikut, kecuali:

a. Pengaman beban /arus lebih

b. Membatasi tegangan listrik

c. Mencegah kebakaran

d. Sebagai sarana pemutus

e. Jawaban a,b,c,dan d salah

6. Yang merupakan symbol dari komponen di bawah ini adalah

Jawab: B

7. Hitunglah besar arus yang mengalir pada I3, Jika diketahui I1  = 25 mA, I2  = 10 mA dan I4  = 12 mA seperti yang diperlihatkan pada gambar rangkaian dibawah ini . I3   adalah …

A.       3 mA
B.       5 mA
C.       8 mA
D.    10 mA
E.      15 mA

Jawab: A

8. Perhatikan gambar berikut, Diketahui besar Arus I1 = 15 mA, I2 = 10 mA dan I3 = mA maka besar Arus  I4 adalah …

A.    3 mA
B.    6 mA
C.    9 mA
D. 12 mA
E.  15 mA 

Jawab: A

9. Sebuah komponen saat diukur memiliki tegangan effektif (V-eff) sebesar 220 Volt, maka jika dinnyatakan dengan tegangan maksimum (V-max) dari computer tersebut adalah

A.     200 Volt
B.     210 Volt
C.     225 Volt
D.    311 Volt
E.     440 Volt

Jawab: D

10. Sebuah pengukuran tegangan listrik menggunakan osiloskop menunjukan tegangan Max (V-max) sebesar 48 V, maka tegangan effektif (V-eff) dari alat tersebut adalah …
A.     14 Volt
B.     24 Volt
C.     33 Volt
D.    50 Volt
E.      96 Volt

Jawab: C

11. Hal-hal berikut yang harus diperhatikan dalam melakukan pekerjaan penyolderan yang sesuai dengan K3 adalah …
A.     Pemakaian masker
B.     Penggunaan kacamata pelindung
C.     Meniupkan udara pada saat menyolder
D.    Menggunakan sarungtangan karet
E.     Memegang langsung komponen yang akan disolder

Jawaban : A

12. Jenis kecelakaan akibat kelalaian dalam bekerja menggunakan solder listrik berikut ini, kecuali 
A.     Tersengat panas karena diletakkan disembarang tempat
B.     Menjadi terganggu penglihatannya
C.     Mengalami keracunan udara akibat asap timah solder
D.    Tersengat listrik karena kulit kabel solder meleleh terkena panas solder
E.     Mengalami gangguan pernafasan akibat asap timah

 Jawaban : B

13. Banyaknya muatan listrik yang mengalir pada kawat penghantar setiap detik dinamakan …
A.     Beda potensial
B.     Resistansi
C.     Daya hanytar listrik
D.    Kuat arus listrik
E.     Kerapatan listrik

 Jawaban : D

14. Perbedaan antara tegangan listrik dan arus listrik adalah …
A.     Tegangan listrik terjadi karena masing atom memiliki muatan sejenis, sedangkan aruslistrik
       adalah aliran atom yang berlainan muatan
B.     Tegangan listrik terjadi karena adanya  keseimbangan jumlah muatan, sedangkan arus listrik
       adalah muatan yang mengalir melalui bahan konduktor
C.     Tegangan terjadi karena adannya beda jumlah muatan, sedangkan arus listrik banyak muatan
       yang mengalir
D.    tegangan listrik terjadi karena adanya perbedaan suhu antara dua muatan listrik, sedangkan arus
      listrik mengalir karena suhu kedua muatan seimbang
E.     tegangan listrik terjadi karena adannya desakan muatan dikedua tempat, sedangkan arus listrik
      adalah hambatan jalannya electron

Jawaban :

15. Ladder diagram pada gambar berikut ini jika dinnyatakan dalam persamaan logika adalah …

A.     Y = (A + B) . C
B.     Y = (A  . B) +C
C.     Y = (A . B) + C
D.    Y = (A + B + C )
E.     Y = (A . B) . C   

Jawaban : C

16. Jika nilai hambatan R1=150ohm, R2=200 ohm, R3=300ohm dan R4=650ohm. Nilai hambatan pada titik A dan B pada gambar di bawah ini adalah …….

A. 175 ohm
B. 325 ohm
C. 650 ohm
D. 950 ohm
E. 1300 ohm
Jawab :
R1+R2+R3 = 150+200+300=650 ohm, maka nilai tersebut berparalel dengan R4=650 ohm, dan menghasilkan nilai paralel sebesar    325 ohm (jawab B)

16. Sebuah lampu mempunyai daya 20 watt. Jika arus yang disediakan 0,08 ampere . Maka besar tegangan yang digunakan adalah sebesar …..
A. 55 V
B. 200 V
C. 220 V
D. 250 V
E 275 V
Jawab :
P=VxI maka V adalah P/I = 20/0,08=250 V (Jawab D)

III. Contoh tugas dan ujian Pertanyaan hitungan tentang Motor Listrik

1.  Jangkar sebuah motor DC tegangan 230 volt dengan tahanan 0.312 ohm dan mengambil arus 48 A ketika dioperasikan pada beban normal.

a.  Hitunglah GGL lawan (Ea) dan daya yang timbul pada jangkar.

b.  Jika tahanan jangkar 0.417 ohm, keadaan yang lain sama. Berapa GGL lawan (Ea) dan daya yang timbul pada jangkar. Penurunan tegangan pada sikat-sikat sebesar 2 volt untuk soal a dan b.

2.  Sebuah motor DC mempunyai kerapatan medan magnet 0,8 T. Di bawah pengaruh medan magnet terdapat 400 kawat penghantar dengan arus 10A. Jika panjang penghantar seluruhnya 150 mm, tentukan gaya yang ada pada armature.

3.  Suatu Motor DC kompond panjang 40 KW, tegangan terminal 200 V, tahanan kumparan shunt, seri,dan jangkar masing – masing adalah 93 Ohm, 0,04 Ohm, dan 0,6 Ohm. Hitung tegangan induksi yang dibangkitkan pada jangkar?

4. Suatu generator DC kompond panjang 40 KW, 250 Volt tahanan kumparan shunt, seri dan jangkar masing – masing adalah 95 Ohm, 0,02 Ohm dan 0,5 Ohm hitung daya yang dibangkitkan pada jangkar?

5. Suatu motor DC kompond panjang 40 KW, tegangan terminal 200 Volt tahanan kumparan shunt, seri dan jangkar masing -masing adalah 95 Ohm, 0,02 Ohm dan 0,5 Ohm hitung daya yang dibangkitkan pada jangkar?

6. Suatu Motor DC seri 50 kW, 250 V,tahanan jangkar 0,1 Ohm dan tahanan medan seri 0,15 ohm, rugi tegangan total sikat 2 volt.Hitung EMF (ggl) lawan ?

7. Suatu motor DC kompon pendek dengan daya input 34,5 kW, tegangan terminal 230 V, tahananakumparan medan shunt, medan seri dan jangkar masing2 sebesar 92 , 0,015  dan 0,03 ohm.

     Hitung :      a. Arus jangkar

                        b. EMF yang dibangkitkan

                        c. Daya output

8. Suatu motor Dc kompon panjang dengan daya input 300 kW, teg.terminal 600 V, mempunyai tahanan medan shunt : 75 Ohm, tah.jangkar  termasuk tah.sikat : 0,41 Ohm, tahanan Medan seri : 0,012 ohm, dan resistansi yang diparalel dengan medan seri sebesar 0,036 ohm.

Hitung

 a. arus jangkar

 b. EMF yang dibangkitkan

 c. daya yang dibangkitkan

  1. Jawab: V = Ea + Ia Ra

Ea = V – Ia Ra

Ea = (230 – 2) – (48 x 0,312) = 213 Volt

            P = Ea Ia = 213 x 48 = 10224 Watt

  • Ea = V – Ia Ra

Ea = (230 – 2) – (48 x 0,417) = 208 Volt

            P = V Ia = 208 x 48 = 9984 Watt

2. Jawab:

     F = I L B

     F = 10 x (400 x 0,15) x 0,8 = 480

3. Jawab:

Rs total = Rs + Ra
            = 0,04 + 0,6
            = 0,64 Ohm
Rp total = Rs total + Rsh/Rs total + Rsh
            = 0,64 x 93/0,64 + 93
            =  0,64 Ohm
P = V x I
I = P/I = 40000 /200 = 200A
Ish = 200/93 = 2,15 A
Ia = I – Ish = 200-2,15 = 197,84A
maka ,
Eb = Vt-Ia x Ra-Ia x Rs
     = 200 – (197,84 x 0,6 ) – (197,84 x 0,04 )
     = 73,384 V

4. Jawab:

Ia  = I – Ish = 157,4

Eb = V – Ia (Ra+Rs)

     = 250 – 157,4(0,5+0,02)

     = 168,2V

P   = Eb x Ia

     = 168,2 x 157,4

     = 26.474.68W

5. Jawab:

Ia  = I – Ish = 200-2,1 = 197,9

Eb = V – Ia (Ra+Rs)

     = 200 – 197,9(0,5+0,02)

     = 97,1 V

P   = Eb x Ia

     = 97,1 x 197,9

            = 19.216W

6. Jawab:

I = P out / Vt

I = 50000 / 250  = 200 A

            Vt = Eb +IaRa + Irs + Vsi

            Vt = Eb + 200.0,1 + 200.0,15 + 2

            Vt = Eb + 20 + 30 + 2

            Vt = Eb + 52

            Eb = 250 – 52

            Eb = 198 volt

7. Jawab:

I =P/Vt

I = 34500 / 230 = 150 A

Ish = Vt – Irs = 230 – ( 150 x 0,015 ) = 2, 475 A

                   Rsh                      92

  1. Ia = I – Ish

Ia = 150 – 2,475

Ia = 147,525 A

  • Eb = Vt – IaRa – Irs – V si

Eb = 230 – ( 147,525 x 0,03 ) – ( 150 x 0,015 )– 0

Eb = 223, 32 Volt

  • P out put = Eb x Ia

   = 223,32 x 147,525

= 32,945 KW

 8.  Jawab:

  1. Ia   = I – Ish

= 500 – 8

= 492 A

  • Eb = Vt – Ia (Ra+Rs)

= 600 – 492 (0,41+0,0009)

= 397,8 Volt

  • P    = Eb x Ia

 = 397,8 x 492

 = 195.736 W

III. Contoh tugas dan ujian Pertanyaan teori tentang Motor Listrik

1. Gambar rangkaian ekuivalen motor DC?

2. Bagaimana Cara mengubah arah putaran motor DC?

3. Mengapa kereta listrik di jepang (ex : kereta sinkansen) menggunakan motor DC  sebagai penggeraknya?

4.  Sebutkan keuntungan & Kerugian Motor DC? 

5.  Jelaskan rugi-rugi daya pada motor DC?

6. Jelaskan prinsip operasi motor DC seri dan motor DC shunt!

7. Jelaskan pengertian mesin DC dan berikan alasannya secara singkat.

8. Sebutkan perbedaan generator DC dan motor DC dari fungsinya.

9. Dapatkah mesin DC difungsikan sebagai generator? Apa syarat agar berfungsi sebagai generator DC? Jelaskan dengan gambar skematik.

10. Bila mesin DC difungsikan sebagai motor DC apa syarat yang harus dipenuhi? Jelaskan dengan gambar skematik.

11. Peragakan dengan tangan anda, bagaimana prinsip pembangkitan ggl dalam semua generator. Jelaskan singkat dan benar.

12. Peragakan juga dengan tangan Anda, prinsip terjadinya torsi putar pada motor DC.Jelaskan singkat dan benar.

13. Apa fungsi komutator pada motor DC? Terangkan juga cara kerja sikat arang berikut komutator pada mesin DC.

14. Gambarkan skematik pengawatan generator Shunt dan generator Kompound.

15. Jelaskan bagian kompounden-kompounden yang termasuk kelompok stator dan kelompok rotor pada motor DC, berikut fungsi masing-masing.

16. Terangkan dengan gambar skematik prinsip dasar terjadinya reaksi jangkar pada genera-tor DC.

17. Mengapa pemasangan kutub bantu dapat meminimumkan terjadinya reaksi jangkar?

18. Sebuah mesin DC terdiri atas belitan jangkar, belitan kutub bantu, dan belitan kutub kompensasi terhubung seri. Anda gambarkan skematik pengawatan berikut berikan notasi yang tepat pada masing-masing kompounden tersebut.

  1. Jawab:

2. Jawab:

     Untuk mengubah arah putaran dari motor DC dapat dilakukan dengan cara membalik tegangan input (+) dan (-) dari motor DC tersebut.

3. Jawab:

Karena motor dc mempunyai rugi rugi daya yang kecil dan kecepatannya mudah dikendalikan dibandingkan dengan motor AC

4. Jawab:

Keuntungan :

kecepatannya mudah dikendalikan dan tidak mempengaruhi kualitas pasokan daya.

Motor DCini dapat dikendalikan dengan mengatur:

• Tegangan dinamo– meningkatkan tegangan dinamo akan meningkatkan kecepatan.

• Arus medan– menurunkan arus medan akan meningkatkan kecepatan.

Kerugian :

Motor DC tersedia dalam banyak ukuran, namun penggunaannya pada umumnya dibatasi untuk beberapa penggunaan berkecepatan rendah, penggunaan daya rendah hingga sedang, seperti peralatan mesin dan rollingmills, sebab sering terjadi masalah dengan perubahan arah arus listrik mekanis pada ukuran yang lebih besar. Juga, motor tersebut dibatasi hanya untuk penggunaan di area yang bersih dan tidak berbahaya sebab resikopercikan api pada sikatnya. Motor DCjuga relatif mahal dibanding motor AC.Jawab:

5. Jawab:

Rugi-Rugi Tembaga atau Listrik

Rugi tembaga terjadi karena adanya resistansi dalam belitan jangkar dan belitan medan magnet. Rugi tembaga akan diubah menjadi panas dalam kawat jangkar maupun kawat penguat magnet. Desain motor DC dilengkapi dengan kipas rotor tujuannya untuk menghembuskan udara luar masuk ke dalam jangkar dan mendinginkan panas yang terjadi akibat rugi-rugi tembaga. Rugi tembaga dari belitan dibagi atas:

• Rugi tembaga terjadi pada jangkar →Ia2.Ra (Watt)

• Rugi tembaga medan terdiri dari:

Ish2.Rsh Watt →MotorShunt/ Motor Kompound

Is2.Rs Watt →Motor Seri/ Motor Kompound

  • Rugi-Rugi Besi atau Magnet
  • Rugi Histerisis

Ph = Bmax X f · V (Watt)

= SteinmetzHysterisisCoefficient

f = Frekuensi dlm Hertz 6-30

V = Volume inti (m3)

nilai x = antara 1,6 s/d 2

  • Arus Pusar (Eddy Current)

Inti pada stator dan inti pada jangkar motor terdiri dari tumpukan pelat tipis dari bahan ferromagnetis. Tujuan dari pemilihan plat tipis adalah untuk menekan rugi-rugi arus Eddy yang terjadi pada motor DC.

Pe = Ke · Bmax2· f2· V · t2watt

Ke = Konstanta arus pusa

t = Ketebalan inti magnet (m)

  • Rugi Mekanis

Rugi mekanis yang terjadi pada motor disebabkan oleh adanya gesekan dan  hambatan angin, seperti pada bagian poros motor.

6. Jawab:

  • Motor DC Seri

          Pada motor yang mempunyai hubungan seri jumlah arus yang melewati angker  dinamo sama besar dengan yang melewati kumparan. Jika beban naik motor berputar makin pelan. Jika kecepatan motor berkurang maka medan magnet yang terpotong juga makin kecil, sehingga terjadi penurunan EMF. kembali dan peningkatan arus catu daya pada kumparan dan angker dinamo selama ada beban. Arus lebih ini mengakibatkan peningkatan torsi yang sangat besar.

            EMF kembali mencapai maksimum jika kecepatan angker dinamo maksimum. Arus yang disedot dari catu daya menurun saat motor makin cepat, karena EMF kembali yang terjadi melawan arus catu daya. EMF kembali tidak bisa sama besar dengan arus EMF. yang diberikan pada motor d.c., sehingga akan mengalir searah dengan EMF yang diberikan.

        Karena ada dua EMF. yang saling berlawanan EMF kembali menghapuskan EMF. Yang diberikan, maka arus yang mengalir pada angker dinamo menjadi jauh lebih kecil jika ada EMF kembali.

        Karena EMF kembali melawan tegangan yang diberikan maka resistansi angker dinamo akan tetap kecil sementara arus angker dinamo dibatasi pada nilai yang aman.

  • Motor DC Shunt

      Ketika jangkar motor DC berputar di bawah pengaruh torsi penggerak, konduktor jangkar bergerak di dalam medan magnet dan akan menghasilkan tegangan induksi di dalamnya seperti halnya pada generator. GGL induksi bekerja pada arah yang berlawanan dengan tegangan terminal Vt  (sesuai dengan bunyi Hukum Lenz) dan dikenal sebagai GGL lawan atau GGL balik Ea.

      GGL balik Ea biasanya kurang dari tegangan terminal V, meski  pun perbedaan ini kecil sekali pada saat motor berjalan di bawah kondisi normal.

      Ketika tegangan DC sebesarVtdiberikanpada terminal motor, suatumedan magnet dihasilkan dan konduktor jangka rdisuplai dengan arus searah. Dengan demikian, torsi penggerakkan bekerja pada jangkar yang menyebabkan jangkar mulai berputar. Karena jangkar berputar, GGL balik Ea diinduksikan berlawanan dengan tegangan terminal.Tegangan terminal harus memaksa arus mengalir melalui jangkar melawan GGL balik Ea. Kerja listrik yang dilakukan untuk mengatasi dan menyebabkan arus mengalir melawan Ea dikonversikan kedalam energy mekanik yang dibangkitkan di dalam jangkar.Dengan demikian, pengkonversian energi di dalam motor DC hanya mungkin jika GGL balik dihasilkan.

7. Jawab:

       Mesin DC adalah suatu mesin yang merubah atau mengonversikan tenaga mekanik menjadi tenaga listrik arus searah maupun sebaliknya yaitu dari tenaga listrik arus searah menjadi tenaga mekanik. Alasan mengapa disebut mesin DC adalah karena mesin tersebut menggunakan/menghasilkan tenaga listrik arus searah / DC.

8. Jawab:

  • Generator DC berfungsi untuk mengkonversi tenaga mekanik menjadi tenaga listrik arus searah (DC)
  • Motor DC berfungsi untuk mengkonversi tenaga listrik arus searah (DC) menjadi energi mekanik

9. Jawab:

a. Sebuah motor DC dapat difungsikan sebagai generator, atau sebaliknya generator DC bias difungsikan sebagai motor DC.

b. Sepasang magnet permanenutara-selatan menghasilkan garis medan magnet Φ, kawat penghantar di atas telapak tangan kanan ditembus garis medan magnet Φ. Jika kawat digerakkan kearah ibu jari, maka dalam kawat dihasilkan arus listrik I yang searah dengan keempat arah jari tangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *