Mengenal tentang definisi, jenis dan tujuan dari Metode Penelitian

Penelitian berasal dari kata bahasa Inggris research, atau dengan kata lain riset. Research sendiri berasal dari kata Re, “kembali” dan to search, “mencari””. Jadi Penelitian berarti “mencari kembali”. Penelitian bisa dikatakan merupakan penyaluran rasa ingin tahu manusia terhadap sesuatu/ masalah dengan perlakuan tertentu ( seperti memeriksa, mengusut, menelaah, dan mempelajari secara cermat, dan sungguh-sungguh) sehingga diperoleh sesuatu (seperti mencapai kebenaran, memperoleh jawaban, pengembangan ilmu pengetahuan, dan sebagainya).

Dan untuk menghasilkan penelitian atau riset yang hasilnya baik, seorang peneliti, baik itu akademisi, mahasiswa, researchers maupun profesional harus menggunakan prosedur, alat serta design penelitan tertentu dalam melaksanakan penelitiannya. Seorang peneliti harus bisa menjawab 3 pertanyaan pokok, yaitu:

  • Urutan kerja dalam melaksnakan penelitian
  • Alat-alat apa yang digunakan untuk mengukur dan mengumpulkan data
  • Bagaimana cara melaksanakan penelitian

Definisi Metode Penelitian

Untuk itulah maka pentingnya Metode Penelitian yaitu Tata cara bagaimana suatu penelitian dilaksanakan. Metode Penelitian sangat dibutuhkan untuk mengetahui bagaimana data dikumpulkan, dibuktikan atau divalidasi kebenaranya kemudian diolah dan dianalisa untuk menghasilkan kesimpulan yang tepat.

Metode dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti sebuah cara yang teratur, dan digunakan dalam melaksanakan suatu pekerjaan agar bisa mencapai tujuan atau hal yang dikehendaki.

Menurut ahli, Prof. M.E Winarno, definisi dari metode penelitian tersebut adalah kegiatan yang dilakukan secara ilmiah yang dilakukan menggunakan teknik yang sistematik dan teliti.

Sedangkan, Muhidin Sirait mengatakan bahwa metode dalam penelitian adalah cara untuk memilih subjek masalah, dan menentukan pada judul sebuah kegiatan investigasi.

Pengetahuan akan dikatakan ilmiah, baik dan valid, jika mengikut proses sbb:

  • Mengikuti konsep ilmiah, artinya mengikuti cara-cara yang telah ditentukan.
  • Sistematis, artinya dilaksanakan menurut pola tertentu.
  • Terencana, artinya dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan

Dalam hal ini, seperangkat cara yang sistematis tersebut dikenal dengan metode penelitian.

Tujuan Penelitian

Secara umum penelitian mempunyai tujuan utama, yaitu :

  1. Tujuan exploratif (tujuan penemuan), menemukan sesuatu (pengetahuan) yang baru dalam bidang tertentu.
  2. Tujuan verifikatif (tujuan pengujian), menguji kebenaran sesuatu          (pengetahuan) dalam bidang yang telah ada.
  3. Tujuan developmental (tujuan pengembangan), mengembangkan sesuatu dalam bidang yang telah ada.
  4. Tujuan penulisan karya ilmiah, pembuatan skripsi, tesis dan disertasi.

Perbedaan Metodologi Vs Metode Penelitian

Metodologi penelitian berasal dari bahasa Yunani, yaitu : metodhos = cara atau jalan, logos = ilmu. Metodologi penelitian adalah ilmu yang membicarakan tata cara atau jalan sehubungan dengan adanya penelitian.

Sedangkan metode penelitian adalah cara atau jalan yang ditempuh sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, yang memiliki langkah-langkah yang sistematis

Jenis – Jenis Penelitian

Berikut ini beberapa jenis penelitian secara umum, yaitu:

1. Penelitian survei

Penelitian survei adalah penelitian yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi, atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah. 

Penelitian survei dapat berupa, yaitu :

  a. Penelitian penjajagan (exploratif)

Penelitian penjajagan ini sifatnya terbuka, masih mencari-cari. Pengetahuan peneliti tentang masalah yang akan diteliti masih terlalu tipis untuk dapat melakukan studi deskriptif.

  b. Penelitian deskriptif

Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, termasuk tentanghubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena.

c. Penelitian evaluasi

Penelitian evaluasi mencoba mencari jawaban, sampai seberapa jauh tujuan yang digariskan pada awal program tercapai atau mempunyai tanda-tanda akan tercapai.

  d. Penelitian eksplanasi (penelitian penjelasan)

Penelitian eksplanasi merupakan penelitian yang menggunakan data yang sama, di mana peneliti menjelaskan hubungan kausal anatara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis.

  e. Penelitian prediksi

Penelitian prediksi digunakan untuk meramalkan keadaan atau fenomena sosial tertentu, seperti pendapat umum mengenai keadaan sosial dan politik, pendapat mengenai pelaksanaan hukuman mati, dan lain-lain.

  f. Penelitian pengembangan sosial

Penelitian pengembangan indikator sosial dikembangkan berdasarkan survei-survei yang dilakukan secara berkala.

2. Grounded Research

           Grounded research adalah penelitian yang mendasarkan diri kepada fakta dan menggunakan analisis perbandingan, bertujuan untuk mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan teori dan mengembangkan teori, di mana pengumpulan data dan analisis datanya berjalan pada waktu yang  bersamaan.

3. Studi Kasus

           Studi kasus adalah penelitian mengenai status subyek penelitian yang berkenan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas. Subyek penelitian dapat saja berupa individu, kelompok, lembaga, maupun masyarakat.

4. Penelitian Eksperimen

           Penelitian eksperimen adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta diadakannya kontrol terhadap variabel tertentu. Tujuan dari penelitian ini adlah untuk menyelidiki ada tidaknya hubungan sebab akibat serta berapa besar hubungan sebab akibat tersebut dengan cara memberikan perlakuan-perlakuan tertentu pada beberapa kelompok eksperimental dan menyediakan kontrol untuk perbandingan.  

5. Analisis Data Sekunder

         Data sekunder adalah data yang sudah tersedia.

Jenis – jenis Metode Penelitian

Secara umum, metode dalam penelitian dibagi ke dalam beberapa jenis, di antaranya:

Metode Historis

Penelitian dengan metode histories merupakan penelitian yang kritis terhadap keadaan-keadaan, perkembangan, serta pengalaman di masa lampau dan menimbang secara teliti dan hati-hati terhadap validitas dari sumber-sumber sejarah serta intepretasi dari sumber-sumber keterangan tersebut.

Metode Deskriptif

Metode deskriptif digunakan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu, dalam hal ini bidang secara aktual dan cermat. Peneliti bertindak sebagai pengamat. Ia hanya membuat kategori pelaku, mengamati gejala dan mencatatnya dalam buku observasi.

Metode Korelasional

Dalam metode ini, diteliti sejauh mana variabel pada satu faktor berkaitan dengan variabel pada faktor lainnya. nMetode Eksperimental

Merupakan metode penelitian yang memungkinkan peneliti memanipulasi variabel dan meneliti akibat-akibatnya. Pada metode ini variabel-variabel dikontrol sedemikian rupa sehingga variabel luar yang mungkin mempengaruhi dapat dihilangkan.

  Metode ini memiliki 3 ciri :

  • Manipulasi : mengubah secara sistematis;
  • Observasi : mengamati dan mengukur hasil manipulasi;
  • Kontrol : mengendalikan kondisi-kondisi penelitian ketika berlangsungnya manipulasi.

Teknik Penelitian

  • Penggunaan alat dalam mengukur ataupun dalam mengumpulkan data.
  • Alat-alat Pengumpulan Data
    1. Tes atau Soal Tes
    2. Kuesioner atau Angket
    3. Check List
    4. Pedoman Wawancara
    5. Pedoman Dokumentasi

Prosedur Penelitian

Langkah-langkah atau urutan-urutan yang harus dilalui atau dikerjakan dalam suatu penelitian. Berikut di bawah ini tahapan Prosedur Penelitian:

  1. Mendefinisikan dan Merumuskan Masalah. Pendefinisian masalah harus jelas,baik dari segi keluasannya maupun dari segi kedalamannya.
  2. Melakukan Studi Kepustakaan. Mengacu pada teori-teori yang berlaku dan dapat dicari atau ditemukan   pada   buku-buku teks ataupun penelitian orang lain.
  3. Merumuskan Hipotesis. Hipotesis merupakan pernyataan atau anggapan yang sifatnya sementara   tentang fenomena yang akan diselidiki. Berguna untuk membantu peneliti menuntun jalan pikirannya agar mencapai hasil penelitiannya. Yang dihipotesiskan adalah pernyataan yang ada pada rumusan masalah.
  4. Menentukan Model atau Desain Penelitian. Model yang dipakai dapat berupa model matematika. Tahap ini dapat diganti dengan tahap menentukan desain penelitian.
  5. Mengumpulkan Data. Data harus dicari dengan teknik yang sesuai.
  6. Mengolah dan Menyajikan Informasi. Setelah data dikumpulkan selanjutnya diolah sehingga informasi yang   tersaji lebih mudah diinterpretasikan dan dianalisis lebih lanjut, misalnya dalam bentuk tabel, grafik dan nilai statistik.
  7. Menganalisis dan Menginterpretasikan. Selanjutnya hasil olahan tersebut dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan alat-alat analisis yang sesuai agar dapat dihasilkan kajian yang cukup tajam, mendalam dan luas.
  8. Membuat Kesimpulan. Pada tahap ini peneliti membuat kesimpulan yang sesuai dengan hipotesis   yang diajukan. Saran disajikan pula karena penelitian mempunyai keterbatasan-keterbatasan atau asumsi-asumsi.
  9. Membuat Laporan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *