Simbol, fungsi dan cara kerja Relay

Relay adalah komponen elektronika yang menggunakan elektromagnet dan arus listrik untuk mengoperasikan seprangkat kontak saklar.

Relay dapat didefinisikan sebagai : suatu alat atau komponen elektromekanik yang digunakan untuk mengoperasikan seperangkat kontak saklar, dengan memanfaatkan tenaga listrik sebagai sumber energinya. Dengan memanfaatkan lilitan atau coil (koil) berintikan besi yang dialiri arus listrik, tentunya akan menghasilkan medan magnet pada ujung inti besi apa bila koil dialiri arus listrik. Medan magnet/energi magnet tersebutlah yang digunakan untuk mengerjakan saklar nantinya.

Secara prinsip, relai merupakan tuas saklar dengan lilitan kawat pada batang besi (solenoid) di dekatnya

Fungsi atau kegunaan relai (relay) dalam dunia elektronika sebenarnya juga sama seperti dalam teknik listrik. Hanya saja kebanyakan relay yang digunakan dalam teknik elektronik adalah relay dengan voltase kecil seperti 6volt, 12volt, 24volt berbeda dengan teknik listrik yang memakai relai 220volt, 110volt. Namun ada juga dalam teknik elektronik yg memakai relai dg voltase tinggi. Walau ada perbedaan pemakaian voltase pada relay, sebenarnya relay memiliki fungsi/kegunaan yg sama yakni : sebagai alat pengganti saklar yang bekerja untuk mengontrol/membagi arus listrik ataupun sinyal lain ke sirkuit (circuit) rangkaian lainnya.

Prinsip Kerja Relay

Relay terdiri dari 3 bagian utama, yaitu:

  1. Common bagian yang tersambung dengan NC (dlm keadaan normal).
  2. Koil (kumparan) Merupakan komponen utama relay yang digunakan untuk menciptakan medan magnet.
  3. kontak terdiri dari NC dan NO Normally Closed (NC)

=> Normally Closed (NC) merupakan bagian sakelar relay yang dalam keadaan normal (relay tidak diberi tegangan) terhubung dengan common.

=> Normally Open (NO) Normally Open (NO) merupakan bagian sakelar relay yang dalam keadaan normal (relay tidak diberi tegangan) tidak terhubung dengan common. Tetapi Normally Open akan terhubung dengan common apabila relay diberi tegangan. Þ

Relay dapat bekerja karena adanya medan magnet yang digunakan untuk menggerakkan saklar. Saat kumparan diberikan tegangan sebesar tegangan kerja relay maka akan timbul medan magnet pada kumparan karena adanya arus yang mengalir pada lilitan kawat. Kumparan yang bersifat sebagai elektromagnet ini kemudian akan menarik saklar dari kontak NC ke kontak NO. Jika tegangan pada kumparan dimatikan maka medan magnet pada kumparan akan hilang sehingga pegas akan menarik saklar ke kontak NC.

Berikut di bawah contoh bentuk dan simbol Relay.

Syarat-Syarat Relay

a. Cepat bereaksi

  Relay harus cepat bereaksi / bekerja bila sistem mengalami gangguan atau kerja abnormal,    

  top = total waktu yang dipergunakan untuk memutuskan hubungan

  tp    = waktu bereaksinya rele

  tcb = waktu yang dipergunakan untuk pelepasan CB

  Pada umumnya untuk top sekitar 0,1 detik

b. Selektif

  Yang dimaksud selektif adalah kecermatan pemilihan dalam mengadakan pengamanan, dalam hal ini menyangkut kordinasi pengamanan dari sistem keseluruhan.

c. Peka /Sensitif

  Relay harus dapat bekerja dengan kepekaan yang tinggi, artinya harus cukup sensiitif terhadap gangguan didaerahnya meskipun gangguan tersebut minimum.  

d. Andal / Reliability

  Keandalan relay dikatakan cukup baik bila mempunyai harga : 90 s/d 99 %. Misalnya dalam satu tahun terjadi gangguan sebanyak 25x dan relay dapat bekerja dengan semporna sebanyak 23x, maka :

  Keandalan relay =

Klasifikasi Relay

a.   Berdasarkan prinsip kerjanya :

  – relay elektro-magnetis

  – relay termis

  – relay elektronis

b.  Berdasarkan kontruksinya :

  – tipe angker tarikan

  – tipe batang seimbang

  – tipe cakram induksi

  – tipe kumparan bergerak

c.  Berdasarkan besaran yang diukur :

  – relay tegangan

  – relay arus

  – relay impedans

  – relay frekuensi

d.  Berdasarkan cara kerja kontrol elemen : –Direct acting; kontrol elemen bekerja   langsung memutuskan aliran –Indirect acting; kontrol elemen hanya digunakan untuk    menutup kontak suatu peralatan lain digunakan memutus    rangkaian / aliran

e.  Berdasarkan karakteristiknya : – Instantaneous Definite time delay, yaitu relay yang bekerjanya dengan kelambatan waktu – inverse

Referensi

  1. Petruzella, Frank D, 2001, “Elektronika Industri”, Yogyakarta, Andi Offset.
  2. Lister, 1988, “Mesin dan Rangkaian Listrik”, Jakarta Erlangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *